Aku bangun dan menyambut indahnya mentari pagi ini. Aku berdoa dan segera memulai aktivitasku. Tidak terasa jam sudah menunjukkan tepat pukul 8 pagi. Aku teringat akan ibadah Jumat Agung yang akan dimulai pukul 9 pagi. Segera kuhabiskan sarapanku dan bergegas mandi. Aku dan keluargaku tidak ingin terlambat mengikuti ibadah hari ini. Jarak rumahku dengan gereja memang tidak terlalu jauh, akan tetapi mengingat ini adalah salah satu hari besar bagi umat Kristiani, pastilah gereja akan dipenuhi lebih banyak orang dibandingkan dengan hari biasa.
Setelah semuanya siap, kami pun segera berangkat ke gereja. Dugaanku tepat. Sewaktu kami sampai, gedung gereja sudah dipenuhi oleh jemaatnya hingga luar gedung. Bahkan buku acara ibadah pun habis. Untunglah petugas gereja segera mengeluarkan buku cadangan yang masih ada. Buru-buru kami masuk kedalam gedung gereja berharap ada tempat yang masih kosong. Dan benarlah masih ada tempat untuk delapan orang didalam. Kami sengaja mencari tempat didalam karena akan lebih khusyuk dalam beribadah.
Tak lama setelah kami duduk, ibadah pun dimulai. Pendeta memasuki gereja diiringi dengan musik dan nyanyian kidung jemaat yang membuatku merinding. Ibadah hari ini sedikit berbeda dari biasanya. Hari ini diadakan perjamuan kudus untuk memperingati hari kematian Yesus Kristus. Dalam acara perjamuan ini, bagi orang yang sudah sidi dperkenankan untuk duduk membentuk meja salib dan menikmati perjamuan kudus. Mungkin ada sekitar 600 jemaat yang datang tadi, jadi kami harus bergantian untuk duduk membentuk meja salib yang kapasitasnya memang hanya 54 orang. Ibadah yang biasanya hanya 1,5 jam pun menjadi 3 jam karena adanya perjamuan kudus. Bulu kudukku selalu berdiri tadi selama berjalannya ibadah. Ada rasa senang, sedih, kagum, bangga dan lain-lain. Apalagi saat jemaat membentuk meja salib.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 siang saat kami keluar dari gedung gereja. Rasa lapar dan dahaga sangat terasa, sehingga kami pun buru-buru pulang kerumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar